Bengkulu aktialklick.com Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Bambang Hermanto S.Sos, MM, melaksanakan reses pertama di Kampung Melayu Selebar, Minggu (15/2/2026). Reses ini bertujuan menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat Kota Bengkulu, khususnya di Dapil III Kampung Melayu Selebar.

Dalam reses tersebut, Bambang Hermanto didampingi oleh Kadis Dukcapil Drs Widodo, Kota Bengkulu, dan Ricco Hanggara, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu. Warga Lingkungan Kampung Melayu Selebar hadir dalam reses ini untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Bambang Hermanto. Menjelaskan Reses DPRD Kota Bengkulu ini adalah reses pertama di tahun 2026, dengan regulasi 100 orang. Bambang memilih hari Minggu untuk reses di Kampung Melayu Selebar.
Bambang Hermanto Juga Menjelaskan Perubahan Regulasi tentang rencana pemilihan serentak yang sedang dibahas di pusat, yang bertujuan untuk menghemat biaya dan mengurangi kompleksitas proses pemilihan.
Bambang juga menyebutkan tentang masalah BPJS yang banyak mati, dan meminta Pak Ricco untuk menjelaskan lebih lanjut tentang hal tersebut. Sepertinya ada beberapa warga yang memiliki BPJS yang mati karena ada kaitan dengan bantuan dari Kemensos atau provinsi. ” kata Bambang”.
Bambang Hermanto. menyampaikan informasi ini kepada masyarakat agar mereka memahami tentang masalah BPJS yang mati dan bagaimana cara mengaktifkannya kembali. Bapak juga menyebutkan tentang kerjasama dengan Pak Rico dan Pak Widodo dari Capil untuk membantu masyarakat mengaktifkan BPJS mereka.
Taklupa Pula Ucapan Terima kasih, mohon maaf lahir batin menjelang bulan puasa dan berharap amal ibadah kita diterima. “Ucap Bambang”.

Dukcapil Kota Bengkulu Tekankan Pentingnya Administrasi Kependudukan yang Bena, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu menekankan pentingnya administrasi kependudukan yang benar dan linear. Hal ini disampaikan oleh Kadis Dukcapil, Drs. Widodo, saat memberikan penjelasan di hadapan masyarakat.

Widodo menjelaskan bahwa Dukcapil memiliki dua bidang layanan, yaitu pendaftaran penduduk untuk urusan KK, KTP, dan lain-lain, serta capil untuk urusan akte, perwarganegaraan, dan perubahan nama.
Masyarakat diimbau untuk memeriksa kembali dokumen anak dan cucu mereka agar tidak ada masalah di kemudian hari.
“Jangan pernah membiarkan dokumen kita bermasalah,” pesan Widodo.

Ricco Hanggara, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, menjelaskan bahwa warga yang berusia 16 tahun sudah bisa mendapatkan KTP dan mendaftar BPJS. BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu juga telah membantu mengaktifkan kepesertaan BPJS untuk beberapa warga. “Kami siap membantu masyarakat untuk mengaktifkan BPJS-nya,” kata Ricco.
Pak Rico menjelaskan bahwa untuk mengaktifkan BPJS, bisa dilakukan secara kelompok, misalnya satu KK dengan 5 orang. Namun, jika sudah aktif dari PBI Pusat Kemensos, BPJS tidak bisa diaktifkan ke kota. ” Tegas Ricco”.
Ibu Yulianti, warga Pagar Dewa kota Bengkulu, mendapatkan klarifikasi tentang BPJS dan data anaknya yang berbeda hurufnya dalam acara reses di Kampung Melayu Selebar. Kadis Dukcapil, Drs. Widodo, dan Ricco Hanggara dari BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa proses pengurusan data sudah lebih mudah dengan sistem online.

BPJS Kesehatan untuk biaya kesehatan, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan kecelakaan kerja, kematian, dan lain-lain. Ibu Yulianti diminta cek langsung ke BPJS Ketenagakerjaan untuk informasi lebih lanjut.
Harapan warga Reses ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kampung Melayu Selebar dan sekitarnya. Warga berharap agar aspirasi mereka dapat disalurkan dan diwujudkan oleh pemerintah.” Tegas Yulianti”.
Penulis : Rina Juniati S.I.Kom
Penulis : Heri


















