Lebong – Kabupaten Lebong kembali dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah desa di wilayah hukum Polres Lebong terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga mencapai 1 meter lebih.
Kapolres Lebong Agoeng Ramadhani bersama Forkopimda turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir guna memastikan kondisi masyarakat sekaligus memimpin upaya penanganan dan evakuasi warga di lapangan.
Berdasarkan data sementara hingga Kamis, 7 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, wilayah yang terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Uram Jaya, Amen, Lebong Utara, Lebong Sakti, Bingin Kuning, Lebong Selatan, Rimbo Pengadang hingga Topos.
Di wilayah Kecamatan Uram Jaya, banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Pangkalan, Lemeu dan Tangua dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 centimeter. Sementara di Kecamatan Amen dan Lebong Utara, puluhan rumah warga juga terdampak genangan banjir meski kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut.
Sementara itu, kondisi cukup parah terjadi di wilayah Kecamatan Lebong Sakti. Banjir merendam ratusan rumah warga di Desa Ujung Tanjung I, II dan III. Selain merusak rumah warga, bencana juga menyebabkan jembatan gantung putus serta mengakibatkan sejumlah sekolah terpaksa diliburkan karena terendam banjir. Hingga saat ini warga di wilayah tersebut masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Di wilayah Kecamatan Bingin Kuning dan Lebong Selatan, banjir juga merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Selain itu, jembatan gantung di Desa Pungguk Pedaro dilaporkan putus dan beberapa akses jalan masih belum dapat dilalui kendaraan akibat genangan air dan longsor.
Tidak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di wilayah Kecamatan Rimbo Pengadang dan Topos. Material longsor menutup akses jalan Curup–Lebong di beberapa titik, bahkan akses jalan antar desa di wilayah Ajai Siang dilaporkan putus total.
Kapolres Lebong bersama Forkopimda terus melakukan monitoring dan penanganan langsung di lokasi terdampak. Personel Polres Lebong bersama Polsek jajaran, Tim SAR Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Binmas, Sat Intelkam dan Satreskrim diterjunkan untuk membantu proses evakuasi warga, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas hingga pembersihan lumpur di rumah warga menggunakan kendaraan AWC.
Selain melakukan evakuasi, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
“Hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Lebong. Personel Polres Lebong bersama instansi terkait masih terus bersiaga dan melakukan upaya penanganan di lapangan,” ujar Kapolres Lebong.
Polres Lebong mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, mengutamakan keselamatan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan darurat di lokasi terdampak bencana.


















