Bengkulu – aktualklick.com Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Bengkulu menggelar _Training of Trainer Edukasi CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen_ di Khazanah Two, Sabtu 13 Juni 2026.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Bapak Rudi Sitorus, mengaku nyaman berkolaborasi dengan BKOW. _“Izin melaporkan, Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ini kayaknya sangat nyaman berkolaborasi dengan BKOW Provinsi Bengkulu karena minggu yang lalu ibu-ibu yang hadir di sini juga hadir di hotel. Mohon maaf kalau melihat wajah saya betul-betul karena memang kami menyadari dalam konteks pelaksanaan tugas dan kebijakan yang menjadi amanah Bank Indonesia, kami tidak bisa bekerja atau berjalan sendiri khususnya terkait desiminasi kebijakan Bank Indonesia tentang Rupiah,”_ Ucap Rudi Sitorus.

Rudi Sitorus menegaskan mandat BI. _“Bank Indonesia memang diberikan mandat untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah dan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan terpercaya di tengah-tengah masyarakat. Tugas-tugas yang dimandatkan kepada kami membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya ibu-ibu hebat sekalian karena kami menyadari aktivitas perekonomian itu dimulai dari rumah tangga.
Ia pun menganalogikan peran ibu. “Motor penggerak rumah tangga adalah ibu. Kemarin saya lihat semacam edukasi animasi, bapak itu pikulnya satu beban dipikulnya satu, bekerja. Kalau ibu-ibu yang dipikulnya banyak: bekerja, urus anak, urus rumah, urus keuangan, urus keluarga, ada banyak banget.
Rudi Sitorus kembali menekankan, “Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Republik Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita harus cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah.”
“Rupiah bukan sekedar uang yang digunakan dalam transaksi sehari-hari. Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa yang harus kita hormati dan kita jaga bersama. Kita perlu menumbuhkan kecintaan terhadap rupiah dengan cara merawat, menggunakannya secara bijak, menggunakan rupiah dalam setiap transaksi, dan memahami fungsi rupiah dalam mendukung aktivitas ekonomi,”Tegas Rudi Sitorus.
Ketua BKOW Provinsi Bengkulu, Hj. Eko Kurnianingsih, menyebut TOT ini awal kolaborasi luas. “BKOW merupakan wadah berhimpunnya berbagai organisasi wanita di Provinsi Bengkulu yang memiliki komitmen bersama untuk berkontribusi dalam membangun daerah melalui pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, pendidikan masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,”ucap ibu eko.

“Kerja sama ini merupakan bentuk nyata sinergi antara lembaga dan organisasi dalam membangun masyarakat yang semakin cerdas, berdaya, dan memiliki literasi yang baik terkait dengan Rupiah dan wawasan tentang perlindungan konsumen.”

“Saya meyakini bahwa perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan perilaku ekonomi keluarga. Dalam kehidupan sehari-hari perempuan seringkali menjadi pengelola keuangan rumah tangga, itu sudah pasti. Anak-anak sekaligus penggerak kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu ketika perempuan memiliki pemahaman baik tentang rupiah dan perlindungan konsumen maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri tetapi juga oleh keluarga, lingkungan sekitar bahkan masyarakat secara luas.”

“Kegiatan ini menjadi awal dari penguatan kolaborasi dan kemitraan yang lebih luas antara BKOW Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. Dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, meningkatkan literasi, perlindungan konsumen, serta penguatan kapasitas perempuan sebagai agen pembangunan,”Tegas Hj. Eko”.
Penulis : Rina
Editor : Billi


















