Alaku
Alaku

Edi Haryanto Anggota DPRD Kota Bengkulu Sangat Mendukung Program Helmi Dedi Untuk Penata Kawasan Pantai Panjang  

Bengkulu aktualklick.com Edi Haryanto Anggota DPRD Kota Bengkulu Apresiasi dan sangat Medukung program Wali kota dan  Gubernur Provinsi Bengkulu Untuk Penataan Kawasan  pantai panjang  supaya lebih bersih dan tertata lebih rapi.Kamis 24/4/2025.

Edi Haryanto Menjelaskan ” Masalah pedagang di kawasan Pantai Zakat Kota Bengkulu yang “melebero” (berjualan di luar area yang ditentukan atau semrawut), memang jadi persoalan wisata di kawasan pantai zakat kota bengkulu. Karena bisa mengganggu ketertiban, keindahan pantai, dan kenyamanan pengunjung dan terkesan kumuh .

Alaku

Menurut saya ada beberapa solusi yang realistis:

1. Penataan Ulang Area Pedagang

Pemerintah Kota bisa buat zonasi khusus pedagang disekitar Pantai Zakat, disana ada TPI yang terbengkalai bisa di alih pungsikan untuk pedagang, lengkap dengan lapak yang seragam dan tertata rapi. Jadi pedagang tetap bisa cari nafkah tanpa ganggu area wisata. Tempatnya kita bikin lebih layak, bersih dan dilengkapi dengan fasilitas wc dan sumber air bersih. Atau tempat kita bikin betul tempat khusus pedagang di sekitar sana

2. Dialog dan Sosialisasi dengan Pedagang.

Ajak pedagang duduk bersama dan musyawarah. Jangan hanya langsung ditertibkan, tapi dengar juga alasan mereka dengan solusi dari mereka sehingga bisa dapat masukan yang langsung dari pedagang, termasuk soal tempat untuk lokasi mereka yang strategis degan biaya sewa tidak mahal.

3. Revitalisasi Fasilitas Wisata

Kalau kawasan pantai dibenahi, dibuat lebih menarik dengan tempat jualan yang lebih represtatif, kemungkinan pedagang juga mau pindah ke tempat yang disediakan.

4. Pemberdayaan Ekonomi Pedagang

Bantu mereka juga dengan pelatihan UMKM, pemasaran online, atau akses ke permodalan. Sadar wisata dan sadar kebersihan sehingga pendapatan mereka pedagang bisa meningkat .

5. Pengawasan Konsisten tapi Humanis

Dalam penertipan pedagang di sana juga kita minta Satpol PP tetap rutin mengawasi, degan pendekatan yang persuasif, bukan represif. Sangsi tetap ada, tapi didahului dengan peringatan dan dialog. Jangan sampai setelah di tertibkan sekali setelah itu di biarkan lagi yang selama ini banyak terjadi.”Ucap Dedi Haryanto”.

Penulis : Rina Juniati

Editor : Tim Redaktur

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *