Jakarta – aktualklick.com Partai Gema Bangsa mengadakan malam ramah tamah DPP dan DPW se-Indonesia di ARTOTEL Gloria Senayang Jakarta, 17 Januari 2026. Acara ini merupakan bagian dari deklarasi Partai Gema Bangsa dengan tema “Mandiri Di Negeri Sendiri”.

Ahmad Rofiq, Ketua Umum Partai Gema Bangsa, menyatakan bahwa partai ini lahir dari kegelisahan dan harapan besar akan Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Visi besar partai ini adalah Kemandirian Bangsa, Desentralisasi Politik, dan Indonesia Reborn.
Partai Gema Bangsa telah menyatakan dukungan untuk Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, melihat keselarasan visi dan arah perjuangan dalam membangun kemandirian bangsa. Mereka memiliki struktur kepengurusan yang kuat, dengan DPW yang telah terbentuk di 38 provinsi dan DPD yang telah terbentuk di 62% kabupaten/kota.
Ahmad Rofiq menekankan pentingnya struktur yang kuat dan sesuai, dengan 24 orang di setiap dapil yang berasal dari orang-orang lokal. Ini akan memudahkan proses pencalegan dan meningkatkan peluang partai di pemilu.
Muhamad Sofian, Sekwil DPP, menekankan bahwa tugas masih panjang, tapi dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Partai Gema Bangsa bisa mencapai tujuannya. “Ini baru awal, episode pertama, dan masih banyak yang harus dilakukan,” katanya.


Partai Gema Bangsa mengambil spirit dari partai hijau, dengan fokus pada kemandirian bangsa dan desentralisasi politik. Meskipun logo partai tidak bisa diubah menjadi hijau, spiritnya tetap sama.
Ahmad Rofiq mengapresiasi kerja keras para Ketua DPD, Sekretaris, Bendahara, dan jajaran lainnya yang telah bekerja keras. Terima kasih juga kepada panitia deklarasi, kawan Joko, dan kawan Hardi atas kerja kerasnya.
Ahmad Rofiq menekankan pentingnya evaluasi dan penempatan yang tepat bagi anggota DPP yang baru masuk. Ia juga meminta DPP-DPW untuk segera melakukan konsolidasi dan penyesuaian.
“Intinya, hari ini kita sudah sangat dimudahkan oleh situasi. Kita enggak bisa bertemu, kita ada zoom. Zoom itu dipersering. Mungkin kawan-kawan di wilayah Papua mengalami kesulitan itu,” katanya.
Ahmad Rofiq meminta agar konsolidasi dilakukan dengan baik dan efektif, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau seperti Papua.
Penulis : Rina Juniati S.I.Kom
Editor : Heri


















