Alaku
Alaku

Tahun Ini KKT Merasa Diabaikan Oleh Pemprov Namun Tabot Sakral Tetap Berjalan

Bengkulu aktualklick.com Hari ini, 6 Juli 2025, masyarakat Bengkulu memperingati tradisi Tabut Sakral yang turun temurun di Kota Bengkulu. Tabut Sakral ini dibuang di Padang Karabela sebagai peringatan terbunuhnya cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husein, dalam perang Padang Karbela melawan kaum Kafir Yazidz.

Alaku

Tradisi Tabut sendiri sudah ada sejak 1685 dan pertama kali digelar oleh Syekh Burhanuddin atau Imam Senggolo. Tradisi ini menjadi simbol asimilasi budaya turun-temurun masyarakat Bengkulu dan diperingati setiap tanggal 1-10 Muharram.

Achmad Syiafril mengatakan, Polemik Lokasi Festival, Tahun ini  Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) merasa diabaikan oleh Pemprov Bengkulu di bawah Gubernur Helmi Hasan. Pasalnya, festival Tabut yang biasanya digelar di Lapangan Merdeka, dipindahkan ke Sport Centre Kawasan Wisata Pantai Panjang. KKT juga tidak menerima bantuan pemerintah seperti tahun-tahun sebelumnya.

Masyarakat Bengkulu menyambut antusias perayaan Tabut ini, bahkan telah menjadi event nasional Kemenpar RI selama tiga tahun terakhir. Namun, banyak yang merasa sedih dan prihatin dengan sikap Pemprov yang dianggap mengabaikan budaya daerah.

Sejumlah pengunjung Tabut berharap Gubernur Helmi Hasan dapat mengevaluasi diri dan memprioritaskan pelestarian budaya daerah. Mereka berharap Pemprov dapat lebih peduli terhadap tradisi Tabut dan tidak memprioritaskan ego pribadi.”tegas Achmad Syiafril”. (**)

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *