Alaku
Alaku

Komisi IV Sidak Pembangunan Food Court Di Stadion Sawah Lebar Yang Menuai Sorotan, Usin Menegaskan Bahwa Pembangunan Tersebut Harus Dihentikan Sementara

Bengkulu aktualklick.con Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, bersama anggota komisi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan food court di Stadion Sawah Lebar yang menuai sorotan. Usin menegaskan bahwa pembangunan tersebut harus dihentikan sementara hingga ada kejelasan hukum dan kesepakatan bersama antara pihak-pihak terkait.

“Kita akan pelajari semua dokumen dan akan menggelar rapat kerja dengan mitra pada hari Senin pukul 13.00 WIB. Dalam rapat itu, semua pihak yang terkait akan kita undang, termasuk yang bertanggung jawab atas pembangunan food court ini,” ujar Usin dalam sidak yang digelar Jumat (17/4/2025).

Alaku

Usin menyampaikan, berdasarkan hasil sementara sidak, pembangunan yang berlangsung saat ini berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

“Untuk mencegah kerugian lebih lanjut, kami minta PT. Bengkulu Impian Indah (Bencoolen Indah Mall) menghentikan aktivitas pembangunan ini sampai ada keputusan bersama. Jangan sampai kerugian sosial, hukum, dan ekonomi terus bertambah,” tegasnya.Komisi IV DPRD Provinsi Sidak Pembangunan Food Court
Ia juga menyoroti bahwa pembangunan tersebut tampaknya tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi. Menurutnya penerapan Perda retribusi tersebut berbeda dengan locus.

“Objek Perda Retribusi adalah ruang terbuka dan tidak permanen sedangkan yang sekarang ini mereka ( BIM, red) memangun secara permanen,” katanya

Lebih jauh, Usin mengungkapkan bahwa ada pelanggaran terhadap beberapa materi perjanjian yang bertentangan dengan peraturan Perda. Karena itu, ia menilai perjanjian yang ada tidak melewati pemeriksaan biro Hukum.

“Ada pelanggaran norma, maka bisa kita simpulkan secara sementara bahwa perjanjian ini cacat hukum dan berpotensi batal. Ini bisa dikaji secara mutatis mutandis,” ujarnya.

Komisi IV juga menyoroti aspek sosial di sekitar pembangunan, termasuk keberadaan sekolah yang berdekatan dengan lokasi tersebut. Ia khawatir, jika bangunan digunakan untuk tempat nongkrong, akan berdampak negatif pada pelajar.

Sementara itu CEO Bencoolen Mall Irwandi Putra mengatakan akan mengikuti seluruh kesepakatan yang dibuat bersama DPRD untuk melakukan penghentian sementara proses pembangunan Food Court.

”Kami dari pengusaha pengennya clear dan clen, sebagi orang yang memohon pastinya akan meniguti aturan-aturan yang berlaku. Kalau ada memang catatan-catatan untuk saya siap untuk meninjau ataupun bekerjasama dengan pemerintah agar hasil lebih baik,” ucapnya.

Ia berharap pertemuan minggu depan menghasilkan jalan keluar terbaik senhingga cita-cita untuk mengubah wajah kota dapat lebih baik dan menghasilkan lapangan pekerjaan.

“Prediksi kita dari kegiatan ini dapat menyerap 50 orang tenaga kerja baru termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya (**)

 

Alaku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *