Jakarta aktualklick.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis bahwa ketahanan perbankan Indonesia akan tetap solid di tengah ketidakpastian geopolitik global. Hal ini berdasarkan Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I-2026 yang menunjukkan kinerja perbankan akan tetap solid dengan risiko yang terjaga.
Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 56, menunjukkan zona optimis. Optimisme ini didorong oleh proyeksi pertumbuhan kinerja perbankan dan keyakinan bahwa bank masih mampu mengelola risiko di tengah ekspektasi peningkatan inflasi dan pelemahan nilai tukar.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa perbankan Indonesia memiliki ketahanan yang kuat dan siap menghadapi tantangan global. “Hasil survei ini menunjukkan bahwa responden memiliki concern yang besar terhadap kondisi global yang terus berlangsung untuk jangka waktu yang lama, dan bahkan memburuk, serta implikasi yang ditimbulkan terhadap kinerja ekonomi Indonesia,” kata Dian.
Ekonomi Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan tumbuh tetap solid didorong oleh stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif. Pertumbuhan ekonomi domestik juga masih ditopang konsumsi rumah tangga dan manufaktur yang tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
OJK juga mencatat bahwa kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diperkirakan tumbuh dengan porsi yang meningkat dibandingkan total kredit. Hal ini menunjukkan bahwa perbankan Indonesia masih memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, OJK juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko yang mungkin timbul, seperti peningkatan inflasi dan pelemahan nilai tukar. Oleh karena itu, OJK terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kestabilan sistem keuangan. ” Tegas Dian”.(Rls)
















