Bengkulu aktualklick.com – Panitia Penyelenggara Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Bengkulu menyatakan seluruh persiapan kegiatan telah rampung. Ketua Panitia, Samsu Amanah yang merupakan Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini hanya tinggal menunggu penetapan tanggal resmi dari DPP Partai Golkar.
Disampaikannya, dirinya sudah menemui Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Kepartaian, Kahar Muzakir di Jakarta. Ia menyebut pembicaraannya dengan Wakil Ketua MPR RI itu terkait kesiapan Musda XI di Provinsi Bengkulu.
“Alhamdulillah, Bapak Wakil Ketua Umum telah menerima kami dan menyetujui usulan persiapan Musda XI Partai Golkar di Provinsi Bengkulu. Insya Allah, dalam waktu dekat akan diumumkan secara resmi,” ujar Samsu kepada newsikal.com, Sabtu (26/4/2025).
Hal ini tentu menjawab pertanyaan banyak pihak terkait kapan tepatnya Musda dilaksanakan.
“Senin ini DPP akan menggelar rapat pleno. Salah satu agendanya adalah menetapkan jadwal pelaksanaan Musda di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Dengan 38 provinsi yang akan melaksanakan Musda, jadwalnya akan diatur secara acak. Untuk Provinsi Bengkulu, tanggal pastinya baru akan diketahui setelah hasil rapat pleno tersebut.
“Tanggal berapa pun ditetapkan, kami sudah siap menyelenggarakan Musda. Semua persiapan teknis, administrasi, hingga skenario acara sudah disiapkan,” tegasnya.
Musda XI Partai Golkar Provinsi Bengkulu dipastikan akan berlangsung profesional, tertib, dan tetap mengedepankan musyawarah mufakat, sesuai tradisi besar Partai Golkar.
Dijelaskannya, mekanisme pemilihan dalam Musda XI ini mengacu penuh pada petunjuk pelaksanaan DPP. Diketahui, jumlah pemilik suara yang akan menentukan arah kepemimpinan Golkar Bengkulu sebanyak 16 suara, yang terdiri dari 1 suara dari DPP Partai Golkar, 1 suara dari DPD I Partai Golkar Provinsi Bengkulu, 10 suara dari DPD II kabupaten/kota, 1 suara dari Dewan Pertimbangan, 1 suara dari organisasi sayap (AMPG dan KPPG), 1 suara dari Ormas pendiri Partai Golkar dan 1 suara dari Ormas yang didirikan Partai Golkar.
“Para pemilik suara ini nanti akan bermusyawarah untuk memberikan dukungan kepada calon-calon ketua,” ujarnya.
Dalam ketentuannya, jika ada satu kandidat yang berhasil meraih dukungan lebih dari 50 persen plus satu suara (minimal 9 suara dari 16), maka Musda akan menghasilkan satu nama secara aklamasi.
Sedangkan jika hanya ada satu kandidat yang memenuhi syarat, maka kandidat tersebut otomatis dinyatakan terpilih secara aklamasi.
“Tapi kalau ada dua atau lebih calon, maka akan terjadi kompromi politik,” tambahnya.
Kriteria Calon Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu
Momentum penting ini menjadi ajang regenerasi sekaligus konsolidasi partai berlambang pohon beringin ini di tingkat provinsi.
Ada dua persyaratan utama yang harus dipenuhi para balon, yang pertama mendapatkan minimal 30% dukungan suara dari total 16 suara. Dengan demikian, bakal calon harus mengantongi dukungan minimal 5 suara untuk dapat ditetapkan sebagai calon resmi.
Selanjutnya melengkapi seluruh dokumen administrasi yang meliputi surat pernyataan dukungan resmi dari para pemilik suara, bukti telah aktif sebagai pengurus Partai Golkar, atau organisasi sayap/pendiri, minimal selama lima tahun berturut-turut.
“Ini aturan baku dari DPP yang harus dipatuhi. Siapa pun yang ingin menjadi calon ketua, wajib memenuhi persyaratan ini tanpa pengecualian,” tegas Samsu.
Jika dalam proses verifikasi hanya satu calon yang memenuhi syarat, maka Musda XI akan mengesahkan calon tersebut secara aklamasi.
“Golkar selalu mengedepankan tradisi musyawarah mufakat. Yang menang akan merangkul yang belum berhasil. Yang kalah tetap diajak bergabung membesarkan Partai Golkar menuju kemenangan di Pemilu 2029,” tambah Samsu.
Dengan konsolidasi yang rapi dan tradisi demokrasi internal yang kuat, Partai Golkar Bengkulu optimistis mampu memperkuat basis elektoralnya menuju pesta demokrasi lima tahunan yang akan datang.
Bacalon yang akan bertarung merebut kursi ketua DPD I Golkar Provinsi Bengkulu
Lima Nama Bakal Calon Ketua Ramaikan Musda XI DPD I Golkar Bengkulu
Dinamika politik internal Partai Golkar Provinsi Bengkulu semakin menghangat setidaknya lima nama kuat beredar sebagai bakal calon (balon) Ketua DPD I Golkar Provinsi Bengkulu.
“Kelima nama tersebut adalah figur-figur kader terbaik yang memiliki rekam jejak panjang dalam membesarkan Partai Golkar, baik di legislatif, eksekutif, maupun organisasi partai,” kata Samsu.
Pertama, Sumardi, kader senior yang kini dipercaya sebagai Ketua DPRD Provinsi Bengkulu periode 2024–2029. Sumardi dikenal sebagai sosok berpengalaman dan loyal terhadap garis perjuangan Partai Golkar.
Kedua, Derta Rohidin, Anggota DPR RI Partai Golkar yang mencetak prestasi gemilang pada Pemilu Februari 2024. Ia berhasil meraih perolehan suara pribadi tertinggi dibandingkan semua caleg Golkar lainnya di Provinsi Bengkulu.
“Bahkan, suaranya sendiri cukup untuk mengamankan satu kursi legislatif, hampir menyumbangkan kursi tambahan bagi Golkar,” cetusnya.
Ketiga, Gusril Pausi, politisi senior yang memiliki pengalaman panjang baik di pemerintahan maupun di partai. Bupati Kaur aktif ini sebelumnya juga menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kaur 2 periode, meneruskan kepemimpinan pasca masa jabatan ketua sebelumnya.
“Setelah saya Gusril sambut estafet kepemimpinan Golkar di Kaur. Prestasinya membawa kemenangan Golkar di dua periode pemilu daerah, menunjukkan kapasitasnya dalam membesarkan partai,” ungkapnya.
Keempat, Syamsurahman, Sekretaris Jenderal Satkar Ulama Indonesia, salah satu organisasi sayap yang didirikan oleh Partai Golkar. Saat ini aktif di tingkat pusat, Syamsurahman dikenal memiliki jejaring kuat, baik di ormas maupun di struktur partai.
Ia juga tercatat sebagai caleg Golkar yang mendulang suara signifikan pada Pemilu 2024 lalu.
“Kelima saya sendiri, Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI yang juga menyatakan siap maju sebagai calon. Saat ini saya menjabat sebagai Sekretaris Definitif DPD I Golkar, merangkap Pelaksana Harian Ketua DPD I, sebagai penugasan resmi dari DPP,” terangnya.
Saat ini Samsu duduk di kursi DPRD Provinsi Bengkulu dan periode sebelumnya Samsu Amanah pernah menjabat Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bengkulu.
Dengan pengalaman panjang di struktur partai dan keaktifan di penyelenggaraan Musda, ia menyatakan siap apabila diberikan kepercayaan oleh para pemilik suara.
Kelima balon ini telah menyatakan komitmen untuk menjaga soliditas partai dalam menghadapi Musda, dengan prinsip bahwa siapa pun yang terpilih akan merangkul yang belum berhasil, demi memperkuat barisan Golkar menuju Pemilu 2029.
Plt. Ketua DPD I Golkar Provinsi Bengkulu, Yahya Zaini bersama Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI, Samsu Amanah.
Tak Ada Ketegangan Antar Calon Apalagi Memanas
Samsu sebagai pimpinan tertinggi partai Golkar Bengkulu dan yang dituakan saat ini, memastikan bahwa situasi menjelang Musda tetap kondusif dan penuh semangat kekeluargaan.
“Tidak ada istilah ‘memanas’. Itu tidak benar. Saya tahu persis kondisi di lapangan karena komunikasi antar kandidat sudah kami bangun dengan baik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan dengan semua bakal calon yang namanya beredar, yakni Gusril, Sumardi, Syamsurahman dan Derta Rohidin.
“Saya sudah bertemu langsung dengan adinda Gusril saat ini Bupati Kaur. Kami sepakat, siapa pun di antara kami yang mendapatkan kepercayaan dari pemilik suara baik DPP, DPD Provinsi, maupun DPD II akan didukung penuh oleh yang lain,” jelasnya.
Hal serupa juga dibangun bersama Sumardi, yang kini menjabat Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, dan Syamsurahman, Sekjen Satkar Ulama Pusat. Termasuk dengan Derta Rohidin, kader Golkar yang kini duduk di DPR RI dan dikenal dengan raihan suara spektakuler di Pemilu 2024.
“Kami semua dididik di rumah yang sama, di bawah naungan pohon beringin. Prinsip kami satu, siap memimpin, siap mendukung. Tidak ada persaingan keras, semua berjalan atas dasar musyawarah dan mufakat,” tambahnya.
Komitmen kuat para kandidat untuk mengutamakan persatuan diyakini akan membuat Musda berjalan aman, damai, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk membawa Golkar lebih besar menghadapi Pemilu 2029.(**)