BENGKULU – akrualklick.com Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 RS Tiara Sella menjadi ajang refleksi penuh haru dalam rangkaian acara Buka Puasa Bersama dan Syukuran yang digelar Selasa (24/2/2026) di Grage Hotel Bengkulu.

Kegiatan yang dimulai pukul 16.30 WIB ini dihadiri Komisaris Ibu Hj. Betty Yunara dan jajaran owner, direksi, komite medis, dokter spesialis, karyawan, hingga perwakilan outsourcing. Acara diawali dengan penampilan Nasyid Salsabilillah, kemudian dibuka secara resmi oleh MC dr. Rifo dan dr. Beladiena.

Turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut Direktur RS Tiara Sella dr. Syella Ania, MARS, Ketua Komite Medis dr. Zaini Dahlan, Sp.PD, serta Direktur PT Graha Bernoza, Hega Bernoza, S.T., M.M.
Refleksi Owner: “Ini Bukan Sekadar 16 Tahun”
Dalam sambutannya, Hega Bernoza menegaskan bahwa usia RS Tiara Sella sejatinya bukan hanya 16 tahun.
“Kalau dihitung dari cikal bakalnya, perjuangan ini sudah hampir 30 tahun. Dimulai dari klinik kecil, ketika Ibu mendampingi Almarhum Bapak dari nol,” ujarnya.
Ia mengenang bagaimana pada 2009 sang ayah memiliki visi jauh ke depan agar usaha pelayanan kesehatan tersebut tidak bergantung pada satu orang. Dari sanalah lahir keputusan besar mendirikan rumah sakit pada 2010.
Sejak awal, visi yang ditanamkan tidak pernah berubah: setiap pasien yang datang harus merasa dihargai sejak pertama menginjakkan kaki hingga pulang.
“Tidak ada posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah. Sekuriti, cleaning service, perawat, tenaga medis, hingga dokter spesialis — semua adalah fondasi rumah sakit ini,” tegasnya.
Tiga Tsunami Besar
Dalam kesempatan itu, Hega juga membuka perjalanan berat yang pernah dilalui manajemen.
“Tsunami pertama terjadi tahun 2019, ketika kerja sama dengan satu institusi besar terhenti dan 70 persen pendapatan hilang. Tapi kami tidak memecat satu pun karyawan,” ungkapnya.
Belum lama bangkit, pandemi COVID-19 datang sebagai “tsunami kedua”. Tekanan finansial dan operasional begitu besar. Bahkan sempat terjadi keterlambatan pembayaran gaji.
“Itu bukan karena kami menyerah. Itu adalah napas terakhir perjuangan orang tua kami yang sampai harus menggunakan tabungan terakhir demi memastikan karyawan tetap menerima haknya,” kenangnya.
Namun ujian terberat datang saat sang ayah wafat. Sebulan sebelum berpulang, ia mendapat pesan yang terus dipegang hingga kini.
“Kalau kamu lurus, jujur, dan tidak menzalimi orang, maju terus. Allah pasti tolong.”
Menurutnya, bahkan sempat ada ancaman pengambilalihan aset oleh pihak bank. Namun keluarga memilih bertahan dan memperbaiki manajemen secara bertahap.
“RS Tiara Sella bukan sekadar badan usaha. Ini amanah. Ini perjuangan,” katanya disambut haru hadirin.
Rangkaian Syukuran
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah, ceramah agama serta doa oleh Ustaz Farhan dan penampilan Nasyid Salsabillah.
Menjelang waktu berbuka, panitia menyiapkan ifthor bersama yang kemudian dilanjutkan dengan salat berjamaah dan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur 16 tahun perjalanan RS Tiara Sella.
Tumpeng secara simbolis diberikan kepada Direktur PT Graha Bernoza, Direktur RS Tiara Sella, dan Ketua Komite Medis.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama, makan malam, hiburan, lucky draw, serta pengumuman ruangan terbaik sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan.
Momentum HUT ke-16 ini menjadi penegasan bahwa di tengah berbagai badai yang pernah menerpa, RS Tiara Sella tetap berdiri dengan semangat kebersamaan dan kejujuran sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati bagi masyarakat Bengkulu.(**)














