Bengkulu aktualklick.com – Dinamika politik Partai Golkar Provinsi Bengkulu makin memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI. Dua nama yang paling mencuat sebagai calon kuat Ketua DPD Partai Golkar adalah Gusril Pausi, Bupati Kaur dua periode, dan Samsu Amanah, politisi senior yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu.Samsu Amanah yang juga dikenal dengan senioritas dan pengalamannya yang panjang di Golkar. Samsu Amanah hadir dengan modal pengalaman politik yang sangat panjang.
Ia memulai karier politiknya dari Ketua PK Golkar Tanjung Kemuning pada era 1995, hingga kini menjadi Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu. Rekam jejaknya juga mencakup posisi strategis di legislatif, seperti Ketua DPRD Kaur (2009–2014) dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu (2019).
Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris dan Ketua DPD Golkar Kaur, Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu, hingga Ketua Ormas MKGR Bengkulu.
Sementara Gusril Pausi merupakan sosok muda dengan rekam jejak eksekutif dan dikenal luas sebagai pemimpin muda yang berhasil membawa perubahan di Kabupaten Kaur. Ia menjabat sebagai Bupati Kaur periode 2016–2021 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Selama kepemimpinannya, Gusril fokus pada pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan peningkatan sektor pariwisata.
Di Partai Golkar sendiri, Gusril merupakan salah satu ketua DPD tingkat II yang berprestasi, di bawah kepemimpinannya Gursil berhasil membawa partai Golkar di kabupaten Kaur memenagkan Pemilihan Umum Pemilu 2019 dan 2024. Tak hanya itu pada pilkada 2024 Gusril kembali memenagkan Pilkada Kabupaten Kaur.
Dukungan terhadap Gusril kian menguat dari kalangan muda Golkar dan sejumlah pengurus kabupaten/kota. Ia dinilai sebagai representasi regenerasi kepemimpinan dan figur yang mampu membawa Golkar Bengkulu tampil lebih modern dan inklusif.
Pertarungan figur dan basis dukungan
pertarungan antara Gusril dan Samsu tak hanya soal rekam jejak, tetapi juga tentang arah politik dan masa depan Partai Golkar Bengkulu. Gusril mengusung semangat perubahan dan modernisasi, sementara Samsu membawa narasi kestabilan, pengalaman, dan loyalitas terhadap partai.
Namun demikian, keputusan akhir akan sangat bergantung pada dinamika Musda, lobi politik, serta arah restu dari elite pusat.
Penentu Arah Baru Golkar Bengkulu
Musda ke-XI Partai Golkar Bengkulu bukan sekadar agenda rutin partai, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menentukan arah dan masa depan partai.
Siapa pun yang terpilih, tantangan ke depan adalah membesarkan partai, memenangkan Pilkada dan menjaga soliditas kader di seluruh daerah.(**)