Bengkulu aktialklick.com Krisis iklim telah menjadi kenyataan yang dirasakan masyarakat, dari perubahan musim yang tak menentu hingga abrasi pesisir. Ini menjadi peringatan bahwa politik nasional harus segera berpihak pada keberlanjutan. Diskusi Green Demokrasi Indonesia yang dihadiri Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin, dan Ketua SIEJ Bengkulu, Doni Aftarizal, membahas isu ini dengan mahasiswa pecinta lingkungan. Selasa 17/02/2026.
Masyarakat pesisir dan kelompok yang bergantung pada sumber daya alam menjadi paling rentan terdampak krisis iklim. Tanpa kebijakan tegas yang berpihak pada lingkungan, krisis ini akan memperlebar jurang ketimpangan sosial.
“Green demokrasi bukan sekadar isu lingkungan, tapi model demokrasi yang menekan biaya politik, memperkuat partisipasi publik, dan memastikan kebijakan berpijak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial,” kata Sultan Baktiar Najamuddin.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan model green demokrasi yang kontekstual dan berakar pada nilai Pancasila. Diskusi ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan politik untuk mencegah krisis iklim menjadi ancaman multidimensi.
Krisis iklim telah menjadi kenyataan yang dirasakan masyarakat, dari perubahan musim yang tak menentu hingga abrasi pesisir. Ini menjadi peringatan bahwa politik nasional harus segera berpihak pada keberlanjutan. Diskusi Green Demokrasi Indonesia yang dihadiri Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin, dan Ketua SIEJ Bengkulu, Doni Aftarizal, membahas isu ini dengan mahasiswa pecinta lingkungan.
Masyarakat pesisir dan kelompok yang bergantung pada sumber daya alam menjadi paling rentan terdampak krisis iklim. Tanpa kebijakan tegas yang berpihak pada lingkungan, krisis ini akan memperlebar jurang ketimpangan sosial.
“Green demokrasi bukan sekadar isu lingkungan, tapi model demokrasi yang menekan biaya politik, memperkuat partisipasi publik, dan memastikan kebijakan berpijak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial,” kata Sultan Baktiar Najamuddin.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia membutuhkan model green demokrasi yang kontekstual dan berakar pada nilai Pancasila. Diskusi ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan politik untuk mencegah krisis iklim menjadi ancaman multidimensi.
Penulis : Rina Juniati S.I.Kom
Editor : Heri

















