REJANG LEBONG, BENGKULU aktualklick.com – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr. (Hc) Sultan B. Najamuddin,S.Sos.,M.Si., mendorong hasil pertanian Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, agar diserap maksimal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Sektor pertanian di Rejang Lebong punya potensi besar untuk dikembangkan, terutama mendukung program pusat seperti MBG. Salah satunya buah jeruk,” kata Sultan saat meninjau perkebunan jeruk di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Senin 11/5/2026.
Kunjungan kerja Sultan ke kaki Gunung Api Bukit Kaba itu bertujuan menyerap aspirasi petani sekaligus berdialog langsung soal kendala di lapangan.
*Petani Minta Kepastian Pasar MBG*
Menurut Sultan, para petani mengusulkan agar hasil panen lokal diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur program MBG di wilayah sekitar. Langkah ini dinilai strategis agar petani memiliki kepastian pasar dan harga jual yang lebih stabil.
“Permintaan petani bagaimana seluruh potensi ini bisa disuplai ke program MBG. Dengan begitu, produksi mereka terjaga dan harga dapat terkontrol oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menegaskan produksi pertanian daerah harus jadi perhatian serius pemerintah pusat. Sebagai Ketua DPD RI, Sultan berkomitmen membawa aspirasi ini ke tingkat nasional guna memastikan unit pelayanan atau dapur MBG memprioritaskan komoditas lokal.
“Justru produksi seperti ini yang harus diperhatikan pusat. Saya akan bawa aspirasi ini agar dapur MBG menerima produksi pertanian yang ada di daerah, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,” tegas Senator asal Bengkulu itu.
Sabar (45), salah seorang petani jeruk di Desa Sumber Urip, mengaku optimistis dengan dorongan Ketua DPD RI tersebut. Namun, ia menitipkan harapan terkait kendala sarana produksi.
“Kami berharap pemerintah bisa bantu stabilitas harga serta ketersediaan pupuk dan obat-obatan. Kalau program MBG bisa menyerap hasil tani kami, itu sangat menolong,” kata Sabar.
Sabar mengungkapkan, dari lahan seluas 3/4 hektare yang ditanami sekitar 300 batang jeruk, ia mampu menghasilkan sekitar 18 ton buah dalam satu kali musim panen dengan harga jual Rp10.000 per kilogram.
“Alhamdulillah hasilnya cukup menggiurkan, namun jaminan pasar dan harga tetap menjadi harapan utama kami ke depan,” ujarnya.
Penulis : Rilis Antra
Editor : Rina


















